TDCTF Academy Logo TDCTF ACADEMY

Asset Classification

Klasifikasi Berdasarkan Confidentiality

Klasifikasi aset berdasarkan tingkat kerahasiaan (confidentiality) membantu organisasi menentukan siapa yang berhak mengakses informasi tertentu. Standar umum yang diadopsi secara luas:

Level Definisi Contoh
Public Informasi yang dapat diakses publik tanpa dampak jika bocor Brosur produk, press release, alamat kantor
Internal Informasi internal yang boleh diakses seluruh karyawan tetapi tidak untuk publik Kebijakan HR, dokumentasi teknis internal
Confidential Informasi sensitif dengan akses terbatas pada individu/unit tertentu Data pelanggan, source code, strategi bisnis
Restricted Informasi sangat sensitif dengan akses sangat terbatas Data PII massal, rahasia dagang, kredensial sistem

Setiap level memiliki persyaratan keamanan berbeda - Restricted memerlukan enkripsi end-to-end, logging akses, dan audit berkala, sedangkan Public cukup dengan kontrol integritas dasar.

Klasifikasi Berdasarkan Criticality

Criticality mengukur dampak terhadap kerahasiaan (confidentiality), integritas (integrity), dan ketersediaan (availability) - dikenal sebagai CIA Triad - jika aset tersebut terganggu.

Penilaian criticality menggunakan matriks dampak:

  • Low: Gangguan hanya berdampak pada pengguna individu, tidak mengganggu operasi bisnis.
  • Medium: Gangguan berdampak pada satu unit/tim, proses bisnis terhambat namun masih ada workaround.
  • High: Gangguan berdampak pada banyak unit, proses bisnis terhenti, atau terjadi pelanggaran regulasi.
  • Critical: Gangguan menghentikan seluruh operasi organisasi, mengancam nyawa, atau menyebabkan kerugian finansial signifikan.

Data Classification Frameworks

Organisasi dapat mengadopsi kerangka klasifikasi data yang sudah mapan:

  • ISO/IEC 27001 Annex A 8.2 - Mewajibkan klasifikasi informasi sesuai kebutuhan bisnis dan hukum.
  • NIST SP 800-53 (MP-2) - Mengatur akses media berdasarkan klasifikasi.
  • GDPR - Mewajibkan identifikasi data pribadi sebagai data sensitif.
  • Internal Framework - Organisasi dapat membuat skema sendiri disesuaikan dengan kebutuhan.

Labeling

Setelah diklasifikasikan, setiap aset harus diberi label yang jelas, baik secara digital (metadata, header dokumen, tag cloud) maupun fisik (stiker pada perangkat). Label membantu pengguna dan sistem keamanan mengidentifikasi tingkat perlindungan yang diperlukan.

Contoh label digital: CLASSIFICATION: CONFIDENTIAL, DATA_TYPE: PII, HANDLING: ENCRYPT_IN_TRANSIT.

Tiering Infrastruktur (Tier 0-3)

Dalam konteks infrastruktur TI, tiering membantu memprioritaskan keamanan:

Tier Deskripsi Contoh
Tier 0 Critical - fondasi infrastruktur, jika terganggu akan melumpuhkan organisasi Domain Controller, DNS utama, Certificate Authority, firewall sentral
Tier 1 High - sistem produksi yang mendukung operasi bisnis inti Server aplikasi produksi, database produksi, API gateway
Tier 2 Medium - sistem pendukung dan staging Staging/environment testing, monitoring tools, CI/CD pipeline
Tier 3 Low - sistem non-kritis dan development Workstation developer, lab eksperimen, dokumentasi

Aset Tier 0 memerlukan kontrol paling ketat: network segmentation ketat, MWA (multi-factor authentication) wajib, patch dalam 24-48 jam, dan audit log real-time.

Regulatory Classification

Beberapa jenis data tunduk pada regulasi spesifik yang mewajibkan penanganan khusus:

  • PII (Personally Identifiable Information) - Data yang dapat mengidentifikasi individu (nama, NIK, alamat, email). Diatur oleh GDPR (Eropa), PDP (Indonesia), CCPA (California).
  • PHI (Protected Health Information) - Data kesehatan pasien. Diatur oleh HIPAA (AS) dan UU Kesehatan (Indonesia). Membutuhkan enkripsi, akses berbasis peran, dan logging ketat.
  • PCI DSS (Payment Card Industry Data Security Standard) - Data kartu pembayaran. Mewajibkan tokenisasi, network segmentation, dan audit tahunan oleh QSA.
  • Export Controlled - Data yang tunduk pada ITAR/EAR (AS) - sangat terbatas berdasarkan kewarganegaraan dan lokasi.

Setiap aset yang mengandung data teregulasi harus ditandai dengan jelas dalam inventory (tag pci=true, data_classification=phi) dan diproses sesuai kebijakan kepatuhan masing-masing.


Klasifikasi aset yang tepat adalah langkah awal menuju postur keamanan yang matang dan kepatuhan terhadap regulasi.

PADA HALAMAN INI