TDCTF Academy Logo TDCTF ACADEMY

Group Policy

Group Policy adalah fitur di Microsoft Windows yang memungkinkan administrator mengatur dan mengontrol pengaturan sistem operasi, aplikasi, dan perilaku pengguna secara terpusat. Group Policy sangat penting dalam lingkungan enterprise untuk menegakkan kebijakan keamanan dan standarisasi konfigurasi.

Group Policy Object (GPO)

Group Policy Object (GPO) adalah kumpulan pengaturan kebijakan yang diterapkan ke pengguna dan/atau komputer dalam suatu domain. Setiap GPO terdiri dari dua bagian:

  • Computer Configuration - Pengaturan yang diterapkan ke komputer, terlepas dari siapa yang login. Berlaku saat komputer menyala (startup).
  • User Configuration - Pengaturan yang diterapkan ke pengguna, terlepas dari komputer yang digunakan. Berlaku saat pengguna login.

GPO disimpan dalam Group Policy Container (GPC) di Active Directory dan Group Policy Template (GPT) di SYSVOL share.

Computer Configuration vs User Configuration

Aspek Computer Configuration User Configuration
Diterapkan ke Komputer (saat startup) Pengguna (saat login)
Contoh pengaturan Security Settings, Software Installation, Windows Update Folder Redirection, Desktop wallpaper, Scripts logon/logoff
Prioritas Diproses sebelum User Configuration Diproses setelah Computer Configuration

Jika terdapat konflik antara Computer dan User Configuration, pengaturan Computer Configuration biasanya menang, tetapi ada pengecualian tergantung kebijakan spesifik.

Administrative Templates (ADMX)

Administrative Templates adalah file berbasis XML (dengan ekstensi .ADMX untuk Windows 10/11/Server 2016+ atau .ADM untuk versi lama) yang berisi pengaturan registry-based policy. Ribuan pengaturan tersedia di folder:

Computer Configuration → Administrative Templates
User Configuration → Administrative Templates

Administrator dapat mengimpor ADMX kustom dari aplikasi pihak ketiga (misalnya: Chrome ADMX, Office ADMX) untuk mengelola pengaturan aplikasi melalui GPO.

Security Settings

Pengaturan keamanan dalam GPO mencakup:

  • Account Policies - Password policy (panjang, kompleksitas, masa berlaku), account lockout policy
  • Local Policies - User rights assignment (hak login, shutdown), audit policy
  • Event Log - Ukuran maksimum log, retention method
  • Restricted Groups - Memastikan grup tertentu berisi anggota tertentu
  • Registry dan File System - Mengontrol ACL pada registry key dan file/folder tertentu

Software Installation

GPO dapat digunakan untuk mendistribusikan aplikasi secara otomatis ke komputer atau pengguna dalam domain melalui Software Installation extension. Aplikasi dikemas dalam format MSI (Windows Installer Package). Ada dua mode penerapan:

  • Assigned - Aplikasi diinstal secara paksa (wajib).
  • Published - Aplikasi tersedia melalui Add/Remove Programs, opsional diinstal oleh pengguna.

GPO Processing Order (LSDOU)

Urutan pemrosesan GPO sangat penting karena kebijakan yang diproses terakhir memiliki prioritas tertinggi. Urutannya dikenal dengan akronim LSDOU:

  1. Local - Kebijakan lokal pada komputer (Local GPO)
  2. Site - GPO yang ditautkan ke situs AD
  3. Domain - GPO yang ditautkan ke domain
  4. OU - GPO yang ditautkan ke Organizational Unit (proses dari OU induk ke OU anak)

Aturan praktis: semakin spesifik lokasi GPO, semakin tinggi prioritasnya. Jika terjadi konflik, pengaturan dari GPO yang diproses paling akhir akan menimpa pengaturan sebelumnya.

Inheritance and Blocking

  • Secara default, GPO dari OU induk diwarisi oleh OU anak.
  • Enforced/No Override - GPO diproses terlepas dari blocking (prioritas tertinggi).
  • Block Inheritance - Mencegah OU anak mewarisi GPO dari induk (tidak bisa menimpa GPO yang di-enforced).

gpupdate dan gpresult

  • gpupdate - Perintah untuk memaksa pembaruan kebijakan grup pada komputer tanpa perlu reboot. Contoh penggunaan:

    • gpupdate - Memperbarui kebijakan yang berubah
    • gpupdate /force - Memaksa penerapan ulang semua kebijakan
    • gpupdate /target:computer - Hanya kebijakan komputer
    • gpupdate /target:user - Hanya kebijakan pengguna
    • gpupdate /boot - Reboot setelah update (untuk aplikasi yang memerlukan restart)
  • gpresult - Perintah untuk menampilkan Ringkasan GPO yang berlaku pada komputer atau pengguna tertentu. Sangat berguna untuk troubleshooting:

    • gpresult /r - Ringkasan GPO (user dan komputer)
    • gpresult /h report.html - Laporan HTML detail
    • gpresult /scope:computer - Hanya kebijakan komputer
    • gpresult /scope:user - Hanya kebijakan pengguna

Kesimpulan: Group Policy adalah alat yang sangat kuat untuk administrasi Windows enterprise. Pemahaman tentang GPO processing order, Administrative Templates, dan alat gpupdate/gpresult sangat penting untuk mengelola lingkungan Windows secara efektif dan aman.

PADA HALAMAN INI