VLAN (Virtual LAN)
Definisi
VLAN (Virtual Local Area Network) adalah metode untuk membagi satu jaringan fisik menjadi beberapa jaringan logis yang terisolasi. Perangkat dalam satu VLAN dapat berkomunikasi seolah-olah berada di broadcast domain yang sama, meskipun secara fisik terhubung ke switch yang sama.
Tujuan VLAN
- Segmentasi - memisah jaringan berdasarkan fungsi (misal: VLAN HRD, VLAN IT, VLAN Tamu) tanpa perlu switch fisik terpisah.
- Security - lalu lintas antar VLAN tidak bisa langsung; harus melewati router atau layer 3 switch yang dikonfigurasi access control list.
- Broadcast control - broadcast frame hanya menjangkau perangkat dalam VLAN yang sama. Ini mengurangi broadcast storm dan menghemat bandwidth.
- Fleksibilitas - perubahan logis tanpa mengubah kabel fisik. Pengguna bisa dipindah antar VLAN hanya dengan konfigurasi port switch.
Jenis VLAN
Port-based VLAN (Static VLAN)
Administrator menetapkan port switch ke VLAN tertentu secara manual. Contoh:
interface FastEthernet0/1
switchport mode access
switchport access vlan 10
- Sederhana dan mudah dikelola.
- Perubahan hanya perlu konfigurasi ulang port.
Tag-based VLAN (802.1Q)
Frame diberi tag VLAN ID di header Ethernet agar bisa melewati trunk link antar switch. Standar industri adalah IEEE 802.1Q.
- Tag 4-byte disisipkan di antara MAC source dan EtherType.
- VLAN ID 12-bit → maksimal 4096 VLAN (0 - 4095, dengan 0 dan 4095 reserved).
Konfigurasi Dasar VLAN (Cisco CLI)
! Membuat VLAN
vlan 10
name HRD
vlan 20
name IT
! Assign port ke VLAN access
interface FastEthernet0/1
switchport mode access
switchport access vlan 10
interface FastEthernet0/2
switchport mode access
switchport access vlan 20
VLAN Membership
- Access port - port yang hanya milik satu VLAN. Frame yang keluar tidak diberi tag 802.1Q.
- Trunk port - port yang membawa traffic beberapa VLAN sekaligus menggunakan tagging 802.1Q.
Inter-VLAN Routing
Karena VLAN terisolasi, komunikasi antar VLAN memerlukan routing. Dua pendekatan umum:
Router-on-a-Stick
Satu physical interface router dihubungkan ke trunk port switch. Interface router dibuat sub-interface untuk setiap VLAN:
interface GigabitEthernet0/0.10
encapsulation dot1Q 10
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
interface GigabitEthernet0/0.20
encapsulation dot1Q 20
ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
- Kelebihan: hemat port router.
- Kekurangan: bandwidth terbatas (satu link fisik) - bottleneck potensial.
Layer 3 Switch
Switch dengan kemampuan routing (SVIs - Switch Virtual Interfaces):
interface Vlan10
ip address 192.168.10.1 255.255.255.0
no shut
interface Vlan20
ip address 192.168.20.1 255.255.255.0
no shut
ip routing
- Lebih cepat karena switching dilakukan di hardware (ASIC).
- Lebih mahal dari router biasa.
Kesimpulan: VLAN memberikan segmentasi logis yang fleksibel, aman, dan efisien. Kombinasi dengan trunking dan inter-VLAN routing memungkinkan jaringan enterprise yang scalable.