TDCTF Academy Logo TDCTF ACADEMY

Post-Quantum Cryptography (PQC)

Post-Quantum Cryptography (PQC) adalah algoritma kriptografi yang dirancang untuk tetap aman terhadap serangan dari komputer kuantum. PQC berbeda dari Quantum Cryptography (yang menggunakan prinsip kuantum untuk komunikasi) - PQC adalah algoritma klasik yang berjalan di komputer klasik tetapi didesain tahan terhadap algoritma kuantum seperti Shor's dan Grover's.

Mengapa PQC Diperlukan? RSA, ECC, dan Diffie-Hellman akan dapat dipecahkan oleh komputer kuantum yang cukup kuat menggunakan Shor's Algorithm. Data yang dienkripsi hari ini dapat disimpan oleh attacker dan didekripsi nanti saat quantum komputer tersedia ("harvest now, decrypt later"). Oleh karena itu migrasi ke PQC harus dimulai sebelum quantum komputer yang mengancam tersedia.

Algoritma yang Dipilih NIST (2024):

  • CRYSTALS-Kyber - Key Encapsulation Mechanism (KEM), pengganti untuk RSA dan ECC dalam key exchange. Berbasis lattice-based cryptography.
  • CRYSTALS-Dilithium - Digital signature scheme, pengganti RSA dan ECDSA. Juga lattice-based.
  • SPHINCS+ - Stateless hash-based digital signature, alternatif jika lattice-based dipecahkan.
  • FALCON - Lattice-based signature yang lebih efisien untuk aplikasi dengan resource terbatas.

Tantangan Migrasi:

  1. Ukuran Key dan Ciphertext - Key PQC jauh lebih besar dari RSA/ECC (Kyber-512: 800 byte vs RSA-2048: 256 byte)
  2. Performa - Operasi PQC lebih lambat dari kriptografi klasik saat ini
  3. Kompatibilitas - Protokol yang ada (TLS, SSH, S/MIME, code signing) perlu diupdate
  4. Hybrid Mode - Menggabungkan algoritma klasik + PQC untuk masa transisi

NIST merekomendasikan organisasi untuk mulai melakukan crypto-agility assessment dan merencanakan migrasi PQC sekarang.

PADA HALAMAN INI

Tidak ada sub-judul